Translate

Minggu, 28 Februari 2016

Forum Group Discussion (FGD) Matakin Jateng dan Kota Semarang dengan Tali Akrap


Pertemuan pertama antara komunitas lintas agama dan kepercayaan pantura (Tali Akrap) dengan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) Jateng dan Majelis Agama Konghucu (Makin) Kota Semarang Minggu, 28/2/2016 di Sekretariat Matakin Jl.Panggung Mas Utara No.1 Tanah Mas Semarang. Forum Group Discussion (FGD) menjadi media curhat. Sejak Presiden Gus Dur mencabut lnpres No.14/67 yang melarang segala budaya dan agama yang beraroma Tionghoa di Indonesia.

Sabtu, 20 Februari 2016

Sama dan Berbeda

Sama dan berbeda dalam konteks kemajemukan keyakinan di Indonesia dijamin oleh perundang-undangan negara Republik Indonesia. Diistilahkan dalam konteks Jawa, agama adalah ageman. Dapat disederhanakan sebagai baju yang senantiasa digunakan sebagai identitas pemeluknya.

Refleksi Cap Go Meh bagi Umat Konghucu di Kudus

Refleksi Cap Go Meh bagi Umat Konghucu di Kudus. Tan Liang Sing atau Te Ling Sing seorang Tionghoa semasa Sunan Kudus keduanya bermitra. Ia merupakan nama etnis Tionghoa satu-satunya yang diabadikan menjadi nama jalan raya di Kudus Jateng. Nama ini sebagai penanda bahwa di Kudus sejak dulu tercipta interaksi positif antara pribumi dengan Tionghoa sehingga di Kudus ada 3 Kelenteng, yang tertua Kelenteng Hok Tik Bio berdiri 1741.

Kamis, 18 Februari 2016

Esensi Pendirian Rumah Ibadah

Bangsa Indonesia ditakdirkan Tuhan sebagai bangsa yang majemuk, sehingga menyadari bahwa di lingkungannya beragam suku, agama, dsb. Bila kesadaran itu tak terwujud, perlu didalami penyebabnya. Berkait dengan agama, agama mewajibkan umatnya beribadah, agar teratur, dilaksanakan di tempat ibadah.

Minggu, 14 Februari 2016

Kasih Sayang Kita

Kasih Sayang Kita adalah judul pertama blog sederhana ini. Blog yang diperuntukkan untuk berbagi informasi kegiatan organisasi TALI AKRAP. Sebuah wadah kasih sayang perwujudan Bhinneka Tunggal Ika dengan harapan menisbikan minoritas.