Translate

Kamis, 31 Maret 2016

Kota Suci Agama Baha'i di Israel dan Sensitifitas Muslim Dunia

Bangsa Indonesia khususnya yang muslim sensitif bila ada pihak mencoba koneks dengan Israel, mengapa? Israel menjajah negara Palestina yang berdaulat. Perasaan itu sangat wajar karena di Palestina ada Masjid Baitul Maqdis, kota/tempat suci Islam. Jurnalis Indonesia yakni Tempo, Kompas, Bisnis Indonesia, Metro Tv, Jawa Pos, dan Jakarta Post diundang Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu untuk berdiskusi di Israel Senin 28/3/2016 atas inisiatif Kemenlu Israel.

Minggu, 27 Maret 2016

Mengantisipasi IMB Gereja Bukit Sion Desa Dersalam

Sabtu 26 Maret 2016 pukul 20-23 WIB pengelola Gereja Bukit Sion diundang musyawarah di Balai Desa Dersalam Kec Bae untuk membahas tindak lanjut permohonan izin mendirikan bangunan (IMB) pada Pemda. Gereja yang digunakan ibadah sejak 1980-an hingga kini itu diputuskan IMB-nya dalam rapat berupa Balai Pertemuan Bukit Sion, bukan IMB gereja. Pendeta Yesaya R. Setyawan menerima keputusan rapat.

Senin, 21 Maret 2016

Tali Akrap Nanam Pohon dan Sarasehan

Komunitas Lintas Agama dan Kepercayaan Pantura (Tali Akrap) Minggu 20/3/2016 pukul 08-14 wib mengadakan kegiatan penanaman pohon jenis tanjung, nyamplung, daun kupu-kupu, dan saga dari PR Djarum Kudus. Pohon ditanam di pinggiran makam umum dan area balai desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus agar makam di pinggir sungai itu tak longsor.

Kamis, 17 Maret 2016

Kronologi Renovasi Gereja Bukit Sion Dersalam Kudus

Wujud toleransi sejati bila umat beragama melaksanakan ajaran agamanya dengan seutuhnya dan memahami perasaan hati umat lain serta tak mengganggu ibadahnya. Perlunya belajar dengan perjalanan pengelola Gereja Bukit Sion Desa Dersalam Kec Bae, Kudus. Pada 11/2/1987 memberitahukan tertulis pada Kades setempat perihal aktivitas kerohanian yang diketahui/ditandatangani oleh Kades, Ketua RT setempat dan tetangga gereja.

Gerhana Matahari dan wong Samin

Fenomena alam berupa gerhana matahari yang terjadi bertepatan Hari Raya Nyepi 9 Maret 2016 menjadi pemberitaan khusus media massa. Ragam makna ditafsiri publik terhadap kejadian langka itu. Bagi orang Samin yang beragama Adam, gerhana disikapi dengan berdoa sebelum/menjelang gerhana dengan memohon kepada Yai (Tuhan) agar diberi kesehatan dan keselamatan, kata Budi Santoso, sesepuh Samin di Desa Larekrejo, Kecamatan Undaan  Kudus. Kata 'yai' secara bahasa/kiratabasa bermakna: yeng ngayahi semubaraning kebutuhane anak Adam (yang memenuhi segala kebutuhan manusia). Santoso pun mengajak keluarganya untuk memohon keselamatan pada Yai secara mandiri di rumahnya. 

Selasa, 08 Maret 2016

Perkawinan Toleran Romo Pandita Suparno

Kebutuhan dasar manusia sebagai makhluk biologis di antaranya nikah/kawin. Hal ini dilakukan Romo Pandita Suparno Bodhicakra, pendeta agama Buddha, wihara Vajra Boddhi Manggala Rt.1/4 Desa Kutuk, Kec Undaan, Kudus. Romo Suparno (kakek, duda 3 anak) menikah dengan Rachel Romlah (janda 2 anak) Selasa 8/2/2016 pukul 19.30 WIB

Senin, 07 Maret 2016

Komunitas Lintas Agama pantura merespon Kampung KB

Program pemerintahan Jokowi-JK untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat berupaya agar berhasil program keluarga berencana (KB) dengan mendeklarasikan Kampung KB. Ada 4 program, yakni KB dan kesehatan reproduksi, ketahanan keluarga dan pemberdayaan keluarga, dan kegiatan lintas sektoral seperti pemukiman, sosial ekonomi, kesehatan, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak. Program itu disesuaikan dengan kebutuhan wilayah Kampung KB. 

Inilah Kami

Memulyakan minoritas adalah bagian dari menghormati karya Tuhan. Tuhan menyayangi bagi hamba yang memulyakan sesamanya. Kehidupan diciptakan Tuhan berpasang-pasangan, ada si miskin, ada si kaya, ada tebal, ada tipis, ada panjang, ada pendek, ada lelaki ada perempuan. Perbedaan itu semua indah bila manusia selagi menyadari dan memahami kehendak sang penciptanya.
Memaksakan upaya berupa pemaksaan kehendak dengan gerakan anarkhis, radikal, kriminal, bertentangan dengan fitrah manusia. Hakekat manusia sejati adalah santun, tepo seliro dan menyadari perbedaan dan persamaan.

Visi
Mewujudkan masyarakat Pantura yang damai, aman dan tingginya kesadaran bertoleransi antar dan internal umat beragama dan berkepercayaan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Misi
1. Mewujudkan masyarakat Pantura yang damai berlandaskan ajaran agama dan kepercayaan.
2. Mewujudkan masyarakat Pantura yang toleran berlandaskan hukum negara Republik Indonesia.
3. Mewujudkan kualitas hidup beragama dan kepercayaan.
4. Mewujudkan masyarakat Pantura yang berkepribadian dalam kebhinekaan.

Kegiatan
Menghadiri perayaan keagamaan (non-peribadatan), anjangsana pirukunan :
takziyah kematian, bezuk, perkawinan, pindahan rumah, khitanan dsb.
Pertemuan rutin bulanan : pengurus dan anggota
Pertemuan insidental : acara pirukunan
Forum Diskusi, Bedah Buku, Kemah Lintas Agama, Penanaman pohon di makam umat lintas agama.