Translate

Selasa, 31 Mei 2016

Rangkaian Waisak di Kudus


Perayaan Trisuci Waisak bagi umat Buddhis sedunia memiliki makna penting. Trisuci merupakan tiga peristiwa suci nanagung yang dialami Sang Buddha Gotama, yakni kelahiran Siddhartha (calon Buddha) pada 623 SM di Kapilavasthu, Nepal, pencapaian pencerahan sempurna sang Buddha tahun 588 SM di Bodhgaya India, dan wafatnya Guru Agung Buddha tahun 543 SM pada usia 80 tahun di Kusinara India.

Menyikapi Ketegangan Masjid Ahmadiyah di Kendal

Masjid Al-Kautsar milik Ahmadiyah di Rt.3/1 Desa Purworejo, Kec Ringinarum, Kab Kendal Minggu 22 Mei 2016 pukul 22.00 Wib dirusak warga. Sebelumnya, Rabu 18 Mei pukul 08.30 Ketua Jemaat Ahmadiyaj Indonesia (JAI) Kendal, M.Takziz didatangi Kades dan Camat, mereka akan memfasilitasi dengan Bupati Kendal perihal masjid al-Kautsar.

22 Mei sebagai hari bersejarah umat Buddha dan Baha'i

Tanggal 22 Mei 2016 dirayakan sebagai Hari Raya dua agama, Buddha dengan Trisuci Waisak, yakni lahirnya Siddharta (calon sang Buddha tahun 623 SM di Kapilavastu Nepal), Pencapaian pencerahan sempurna Sang Buddha tahun 588 SM di Bodhgaya India), dan wafatnya sang Buddha tahun 543 SM usia 80 tahun di Kusinara India.

Jumat, 20 Mei 2016

Umat Buddha di Kudus Merayakan Waisak 2016


Perayaan Trisuci Waisak bagi umat Buddhis sedunia memiliki makna penting. Trisuci merupakan tiga peristiwa suci nanagung yang dialami Sang Buddha Gotama, yakni  1) kelahiran Siddhartha (calon Buddha) pada 623 SM di Kapilavasthu, Nepal, 2) pencapaian pencerahan sempurna sang Buddha tahun 588 SM di Bodhgaya India, 3) kemangkatan/wafatnya Guru Agung Buddha tahun 543 SM pada usia 80 tahun di Kusinara India. Ketiga peristiwa itu pada hari yang sama (beda tahun), yakni purnama raya, bulan Waisak. 

Kamis, 31 Maret 2016

Kota Suci Agama Baha'i di Israel dan Sensitifitas Muslim Dunia

Bangsa Indonesia khususnya yang muslim sensitif bila ada pihak mencoba koneks dengan Israel, mengapa? Israel menjajah negara Palestina yang berdaulat. Perasaan itu sangat wajar karena di Palestina ada Masjid Baitul Maqdis, kota/tempat suci Islam. Jurnalis Indonesia yakni Tempo, Kompas, Bisnis Indonesia, Metro Tv, Jawa Pos, dan Jakarta Post diundang Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu untuk berdiskusi di Israel Senin 28/3/2016 atas inisiatif Kemenlu Israel.

Minggu, 27 Maret 2016

Mengantisipasi IMB Gereja Bukit Sion Desa Dersalam

Sabtu 26 Maret 2016 pukul 20-23 WIB pengelola Gereja Bukit Sion diundang musyawarah di Balai Desa Dersalam Kec Bae untuk membahas tindak lanjut permohonan izin mendirikan bangunan (IMB) pada Pemda. Gereja yang digunakan ibadah sejak 1980-an hingga kini itu diputuskan IMB-nya dalam rapat berupa Balai Pertemuan Bukit Sion, bukan IMB gereja. Pendeta Yesaya R. Setyawan menerima keputusan rapat.

Senin, 21 Maret 2016

Tali Akrap Nanam Pohon dan Sarasehan

Komunitas Lintas Agama dan Kepercayaan Pantura (Tali Akrap) Minggu 20/3/2016 pukul 08-14 wib mengadakan kegiatan penanaman pohon jenis tanjung, nyamplung, daun kupu-kupu, dan saga dari PR Djarum Kudus. Pohon ditanam di pinggiran makam umum dan area balai desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus agar makam di pinggir sungai itu tak longsor.

Kamis, 17 Maret 2016

Kronologi Renovasi Gereja Bukit Sion Dersalam Kudus

Wujud toleransi sejati bila umat beragama melaksanakan ajaran agamanya dengan seutuhnya dan memahami perasaan hati umat lain serta tak mengganggu ibadahnya. Perlunya belajar dengan perjalanan pengelola Gereja Bukit Sion Desa Dersalam Kec Bae, Kudus. Pada 11/2/1987 memberitahukan tertulis pada Kades setempat perihal aktivitas kerohanian yang diketahui/ditandatangani oleh Kades, Ketua RT setempat dan tetangga gereja.

Gerhana Matahari dan wong Samin

Fenomena alam berupa gerhana matahari yang terjadi bertepatan Hari Raya Nyepi 9 Maret 2016 menjadi pemberitaan khusus media massa. Ragam makna ditafsiri publik terhadap kejadian langka itu. Bagi orang Samin yang beragama Adam, gerhana disikapi dengan berdoa sebelum/menjelang gerhana dengan memohon kepada Yai (Tuhan) agar diberi kesehatan dan keselamatan, kata Budi Santoso, sesepuh Samin di Desa Larekrejo, Kecamatan Undaan  Kudus. Kata 'yai' secara bahasa/kiratabasa bermakna: yeng ngayahi semubaraning kebutuhane anak Adam (yang memenuhi segala kebutuhan manusia). Santoso pun mengajak keluarganya untuk memohon keselamatan pada Yai secara mandiri di rumahnya. 

Selasa, 08 Maret 2016

Perkawinan Toleran Romo Pandita Suparno

Kebutuhan dasar manusia sebagai makhluk biologis di antaranya nikah/kawin. Hal ini dilakukan Romo Pandita Suparno Bodhicakra, pendeta agama Buddha, wihara Vajra Boddhi Manggala Rt.1/4 Desa Kutuk, Kec Undaan, Kudus. Romo Suparno (kakek, duda 3 anak) menikah dengan Rachel Romlah (janda 2 anak) Selasa 8/2/2016 pukul 19.30 WIB

Senin, 07 Maret 2016

Komunitas Lintas Agama pantura merespon Kampung KB

Program pemerintahan Jokowi-JK untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat berupaya agar berhasil program keluarga berencana (KB) dengan mendeklarasikan Kampung KB. Ada 4 program, yakni KB dan kesehatan reproduksi, ketahanan keluarga dan pemberdayaan keluarga, dan kegiatan lintas sektoral seperti pemukiman, sosial ekonomi, kesehatan, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak. Program itu disesuaikan dengan kebutuhan wilayah Kampung KB. 

Inilah Kami

Memulyakan minoritas adalah bagian dari menghormati karya Tuhan. Tuhan menyayangi bagi hamba yang memulyakan sesamanya. Kehidupan diciptakan Tuhan berpasang-pasangan, ada si miskin, ada si kaya, ada tebal, ada tipis, ada panjang, ada pendek, ada lelaki ada perempuan. Perbedaan itu semua indah bila manusia selagi menyadari dan memahami kehendak sang penciptanya.
Memaksakan upaya berupa pemaksaan kehendak dengan gerakan anarkhis, radikal, kriminal, bertentangan dengan fitrah manusia. Hakekat manusia sejati adalah santun, tepo seliro dan menyadari perbedaan dan persamaan.

Visi
Mewujudkan masyarakat Pantura yang damai, aman dan tingginya kesadaran bertoleransi antar dan internal umat beragama dan berkepercayaan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Misi
1. Mewujudkan masyarakat Pantura yang damai berlandaskan ajaran agama dan kepercayaan.
2. Mewujudkan masyarakat Pantura yang toleran berlandaskan hukum negara Republik Indonesia.
3. Mewujudkan kualitas hidup beragama dan kepercayaan.
4. Mewujudkan masyarakat Pantura yang berkepribadian dalam kebhinekaan.

Kegiatan
Menghadiri perayaan keagamaan (non-peribadatan), anjangsana pirukunan :
takziyah kematian, bezuk, perkawinan, pindahan rumah, khitanan dsb.
Pertemuan rutin bulanan : pengurus dan anggota
Pertemuan insidental : acara pirukunan
Forum Diskusi, Bedah Buku, Kemah Lintas Agama, Penanaman pohon di makam umat lintas agama.

Minggu, 28 Februari 2016

Forum Group Discussion (FGD) Matakin Jateng dan Kota Semarang dengan Tali Akrap


Pertemuan pertama antara komunitas lintas agama dan kepercayaan pantura (Tali Akrap) dengan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) Jateng dan Majelis Agama Konghucu (Makin) Kota Semarang Minggu, 28/2/2016 di Sekretariat Matakin Jl.Panggung Mas Utara No.1 Tanah Mas Semarang. Forum Group Discussion (FGD) menjadi media curhat. Sejak Presiden Gus Dur mencabut lnpres No.14/67 yang melarang segala budaya dan agama yang beraroma Tionghoa di Indonesia.

Sabtu, 20 Februari 2016

Sama dan Berbeda

Sama dan berbeda dalam konteks kemajemukan keyakinan di Indonesia dijamin oleh perundang-undangan negara Republik Indonesia. Diistilahkan dalam konteks Jawa, agama adalah ageman. Dapat disederhanakan sebagai baju yang senantiasa digunakan sebagai identitas pemeluknya.

Refleksi Cap Go Meh bagi Umat Konghucu di Kudus

Refleksi Cap Go Meh bagi Umat Konghucu di Kudus. Tan Liang Sing atau Te Ling Sing seorang Tionghoa semasa Sunan Kudus keduanya bermitra. Ia merupakan nama etnis Tionghoa satu-satunya yang diabadikan menjadi nama jalan raya di Kudus Jateng. Nama ini sebagai penanda bahwa di Kudus sejak dulu tercipta interaksi positif antara pribumi dengan Tionghoa sehingga di Kudus ada 3 Kelenteng, yang tertua Kelenteng Hok Tik Bio berdiri 1741.

Kamis, 18 Februari 2016

Esensi Pendirian Rumah Ibadah

Bangsa Indonesia ditakdirkan Tuhan sebagai bangsa yang majemuk, sehingga menyadari bahwa di lingkungannya beragam suku, agama, dsb. Bila kesadaran itu tak terwujud, perlu didalami penyebabnya. Berkait dengan agama, agama mewajibkan umatnya beribadah, agar teratur, dilaksanakan di tempat ibadah.

Minggu, 14 Februari 2016

Kasih Sayang Kita

Kasih Sayang Kita adalah judul pertama blog sederhana ini. Blog yang diperuntukkan untuk berbagi informasi kegiatan organisasi TALI AKRAP. Sebuah wadah kasih sayang perwujudan Bhinneka Tunggal Ika dengan harapan menisbikan minoritas.